Meriahkan Bulan Muharram, Kepala Desa ini Perlu Dicontoh

54

Cikarang Timur, Buletinnusantara.com – Dalam acara santunan yatim yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Ikhlas di Perum Griya Jatireja, Desa Jatireja Kecamatan CikarangTimur, Kabupaten Bekasi, Minggu (09/10/2016). Kepala Desa Jatireja Ganda Saputra turut antusias membuat suasana Jamaah yang hadir bersemangat dalam mendengar dan memperhatikan tausyiah dari penceramah.

Ust.Taufik Suprapto, S.Sos.I selaku penceramah menguraikan paparan hikmah mengenai sejarah besar para nabi yang terjadi di bulan Muharram, kemudian setelah selesai menjabarkan, untuk menguji daya tangkap pikir jamaah, Ustad Taufik memberikan pertanyaan kepada jamaah berkaitan dengan bahasan yang sudah di uraikan. “Bagi jamaah yang bisa menjawab dengan benar akan diberi hadiah uang seratus ribu,” canda Ustadz

“nanti hadiahnya Pak Lurah yang ngasih,” sambung Ustadz yang gemar disapa Taufik

Meriahkan Bulan Muharram, Kepala Desa ini Perlu Dicontoh

Pak Lurah yang turut hadir sangat antusias dan merespon, sehingga terhitung beberapa kali setiap penceramah memberikan pertanyaan kepada jamaah dan bagi yang menjawab benar langsung diberikan hadiah uang seratus ribu rupiah oleh sang kapala desa Jatireja, Ganda Saputra.

Acara santunan yatim ini yang diketuai oleh Ahmad Sobandi beserta rekan – rekannya dan di moderatori oleh tokoh pemuda kampung Binong desa Jatireja, Surdi Afandi berjalan dengan sukses. Seratus yatim yang di santuni masing – masing mendapatkan bingkisan sembako dan uang seratus ribu rupiah.

Meriahkan Bulan Muharram, Kepala Desa ini Perlu Dicontoh

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan memberikan sambutan. Selesai bersambutan, Bupati langsung pamit tidak bisa mengikuti acara hingga selesai dikarenakan ada urusan dinas.

Pada kesempatan tersebut, Surdi Afandi selaku tokoh pemuda menyampaikan, “dengan diadakannya acara santunan di masjid ini semoga bisa menggugah kesadaran sosial masyarakat terhadap kepedulian yatim dan orang miskin yang ada disekeliling kita untuk mau membantu meringankan beban hidup mereka dengan kapasitas kemampuan yang kita miliki. Sebagai bentuk realisasi orang yang mengaku agama Islam sesuai dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un yang sudah dijabarkan oleh penceramah tadi,” pungkas Surdi kepada Buletinnusantara.com.(Anton)

Baca Juga
Komentar
Loading...