Santri Luhur Al-Tsaqafah belajar Jurnalistik dengan Metro TV

52

Jakarta, BuletinNusantara – Metro TV kembali menggelar kegiatan di bidang pendidikan. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Al-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kegiatan bertajuk “Metro TV Berbagi” ini diikuti 350 santri dan santriwati tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Mereka antusias menyimak materi yang disampaikan jurnalis senior Budiyanto.

Dalam kesempatan tersebut Budiyanto menjelaskan menjadi seorang jurnalis harus memiliki sifat kejujuran, untuk digunakan saat menyampaikan informasi apa yang dilihat dan disampaikan masyarakat.
“Tidak mungkin saya menceritakan warna yang berbeda. Supaya tidak ada penyimpangan apa yang dilihat,” ujar Budiyanto saat menyampaikan materi di Aula Ponpes Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, Kamis, (13/9).

Ia menambahkan, dengan memiliki modal tersebut masyarakat dapat merasakan manfaatnya dari informasi yang diberikan dengan berlandaskan pengamatan di lapangan. “Melihat sebuah acara dilihat dari sisi siap yang hadir, apa yang dibicarakan, agar masyarakat mengetahui acara tersebut, itu kunci kalau adik-adik mau jadi jurnalis,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah sekaligus Kepala Ponpes Luhur Al-Tsaqafah KH Idris Sholeh Lc mengatakan, pelatihan dunia jurnalistik adalah hal penting. Agar, setiap karya-karya yang dibuat dapat dikenang.

Sehingga ia mengajak murid-muridnya untuk menekuni dunia jurnalistik. “Kekurangan kita ini menulis, jadi tidak terekam. Kalau kita menulis menjadi saksi untuk cucu kita, kalau ingin terus terkenang buatlah karya tulis ,” tutur Kiai Idris

Nadi Sanjaya (Arya)

Baca Juga
Komentar
Loading...