Harapan Usai Pilpres di Hari Kartini

 

Tangerang, buletinnusantara – Kontestasi Pilpres sudah selesai, masyarakat berharap tidak ada perpecahan dan semua aktifitas sosial kembali kondusif. Seperti yang dijelaskan Kepala Sekolah MI Misbahun Nasyiin, Atikullah

“Harapannya ya setelah Pilpres ini yaa agar bisa kondusif lagi seperti semula dan tidak ada lagi berita simpang siur sehingga banyak fitnah sana sini sehingga dengan fitnah itu menbuat konsentrasi ini itu terganggu,” kata Atikullah yang akrab disapa Pak Atik saat diwawancarai wartawan di Kantornya, Sabtu (20/4).

Kami sedang memperingati Hari Kartini, Pak Atik melanjutkan, ini tidak seperti biasanya hanya diikuti 20 persen anak saja, selain padatnya kalender sekolah salah satu faktor adalah ramainya pilpres sehingga konsentrasi memeriahkan Hari Kartini terganggu.

Sejumlah Guru MI Misbahun Nasyiin saat foto bersama usai memeriahkan Hari Kartini

Meski padatnya agenda pendidikan Minsbahun Nasyiiin tetap bertekat melaksanakan agenda tahunannya salahsatunya Hari Kartini tentunya perogram ini memiliki harapan untuk siswa-siswinya

“Iya tentunya dengan kita memperingati Hari Kartini ini agar anak-anak semakin cinta kepada bangsanya dan itu motivasi bagi saya dari dulu agar anak-anak bisa mengenal bahwa bangsa kita ini benar-benar Bangsa Bhineka Tunggal Ika dari berbagai perbedaan agama, suku dan budaya, intinya agar anak-anak bisa lebih mencintai tanah air,” jelasnya

Seorang siswi sedang mengikuti fashion show di Halaman MI Misbahun Nasyiin, Karang Tengah, Tangerang, Sabtu (20/4). Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati hari kartini 2019.

Atikullah berharap pemerintah kedepannya lebih memperhatikan sekolah yang berbasis pendidikan agama dan meminta agar bisa disetarakan dengan sekolah umum

“Untuk kepemimpinan kedepannya karna ini pendidikan agama otomatis untuk pemimpin yang terpilih nanti agar lebih fokus dalam pendidikan agama dan bisa meratakan pendidikan agama seperti pendidikan umum bagaimanapun baik yang belajar agama baik di pesantren dan yang di umum itu pun anak-anak bangsa sebagai penerus bangsa,” paparnya

“di madrasah hampir 99% guru-guru itu honorer, selain guru, madrasah juga menopang fisik bangunannya secara mandiri, adapun bantuan tidak seperti sekolah-sekolah negeri, semoga pemerintah kedepan lebih memperhatikan lagi,” pungkasnya

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy