Pancing Amarah Warga NU, Ketua MWCNU Cikarang Sebut PKS Keterlaluan

596

Cikarang, BuletinNusantara – Perhelatan politik baik pikada, pileg dan pilpres selalu menuai perbedaan, perbedaan dalam pilihan politik adalah hal yang lumrah sangat tidak perlu menjadi permusuhan dan perpecahan.

“Politik itu sangat dinamis, tidak ada musuh dan teman abadi dalam dunia politik. Semua bermuara dalam satu kata kepentingan,” begitu kata Ketua MWC NU Cikarang Utara, Ustadz Misbah, Rabu (25/7).

Sebagai kaum Nahdliyyin, Misbah melanjutkan, saya memandang bahwa politik dan demokrasi ini bukan semata-mata sebuah agenda lima tahunan yang memiliki peranan dalam mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Nusantara.

Menurut Ustadz Misbah dengan jalur politik itu segala sistem pemerintahan dan ketatakelolaan negara akan diterapkan oleh para pengelola negara dalam hal pemerintah yang dipimpin oleh kepala negara.

“Sehingga di kalangan elit NU yang memang mengemban amanah untuk terus membumikan faham bernegara ala NU yang menghendaki keutuhan NKRI agar tidak koyak oleh sebab pesta demokrasi,” ujarnya

Masih kata Ketua MWC NU Cikarang Utara, Tidak ada memang secara spesifik dari PBNU bahwa warga Nahdliyyin untuk tidak menyalurkan politiknya ke PKS, tetapi untuk saat ini memang partai ini sepertinya sudah berlebihan dalam membiarkan para kadernya untuk membuat dan memancing kemarahan warga NU dengan membuat aksi dan isu propaganda bahkan sering dibalut seolah kepentingan agama.

“PKS saat ini bukan tidak ada orang NUnya tetapi keberadaan orang NU di PKS sepertinya tidak bisa banyak berbuat apa-apa. Maka sah saja bila PKS tidak merubah sikapnya warga NU akan meninggalkan PKS, belum lagi sudah bisa dipastikan karena PKS paling vokal terhadap kebijakan pemerintah maka orang orang HTI jelas lebih memilih PKS sebagai jalan menuju khilafahnya,” sambungnya

“Itu pandangan saya, walaupun ada cara lain yaitu masuk ke PKS dan rubah pergerakannya, tetapi cara ini sulit dan rumit, pendiri PKS sendiri juga sudah mundur apalagi pendatang baru walaupun mungkin tapi agak impossible,” tambahnya

Maka saya lebih memilih partai politik yang jelas pro dengan kepentingan NU masa kini dan depan.

(ts/don)

Baca Juga
Komentar
Loading...