Ketum PBNU Tutup Kejurnas dan Festival ke-III Pagar Nusa

 

Jakarta, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menutup secara resmi Kejurnas dan Festival ke-III yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa. Penutupan dilakukan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Senin (6/1) malam.

“Dengan demikian, saya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menutup acara ini dengan resmi dengan bacaan wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq
wal hamdulillahirobbil ‘alamin,” kata Kiai Said diikuti dengan penabuhan gong.

Dalam sambutannya, Kiai Said bersyukur perhelatan nasional dua tahunan ini di Pagar Nusa ini berjalan dengan lancar.  Kiai Said berharap Pagar Nusa terus menjaga tradisi pencak silat ini.

Kiai Said juga berpesan kepada pemenang agar tidak sombong dan kepada yang belum menang agar tidak patah semangat. Sebab menurut Kiai Said, sifat sombong menjadi pintu terjadinya sebuah kehancuran. “Kebesaran itu hanya milik Allah. Jika ada makhluk Allah yang sombong berarti  memakai pakaian Allah, hancurlah dia,” kata Kiai Said.

Kiai yang juga Pengasuh Pesantren Luhur  Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini pun mengemukakan bahwa makhluk yang pertama kali sombong adalah iblis. Saat itu, semua makhluk disuruh hormat kepada Nabi Adam, kecuali iblis yang tidak mau. Iblis beralasan bahwa penciptaan dirinya yang dari api itu lebih baik atau mulia dibandingkan dengan Nabi Adam yang dari tanah. “Inilah pertama kali makhluk yang sombong,” ucapnya.

Oleh karena itu, sambung kiai alumnus Universitas Ummul Qura Mekkah, Arab Saudi ini, jika ada manusia yang memiliki sifat sombong maka berarti tidak jauh berbeda dengan iblis. “Yang sombong berarti temannya iblis,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Kejurnas ke-III ini, Jawa Timur kembali mengokohkan diri menjadi juara umum 1 karena telah tiga kali berturut-turut menjadi juara umum 1. Jatim ditetapkan sebagai juara umum pada Kejurnas tahun ini setelah mengantongi 24 emas, 8 perak, dan 6 perunggu. Jatim mengungguli Jawa Tengah yang meraih 6 emas, 10 perak, dan 8 perunggu, serta DKI Jakarta yang berhasil merauh 4 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

“Selamat kepada yang kali ini mendapatkan juara umum (1) dari Jawa Timur. Juara umum (1) nanti PBNU memberikan hadiah matras,” kata Kiai Said yang disambut tepuk tangan peserta.

Pewarta: Husni Sahal
Editor:

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy